Kamis, 28 Februari 2013

Samalona

Samalona
Pesona keindahan alam Nusantara ini memanglah sangat menginspirasikan banyak orang. Tak terkecuali bagi teman komunitas seni dari Solo ini. Berawal dari kekaguman mereka ketika mengunjungi sebuah Pulau Samalona di Sulawesi, awal tahun 2000.  Beberapa seniman yang waktu itu sempat singgah dan berkegiatan seni rupa di kawasan tersebut, mengabadikan nama pulau itu sebagai nama sebuah band reggae, Samalona Reggae. Berdiri pada 22 Agustus 2000, mereka... 

Langensuko

Langensuko
Dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Salatiga, sebuah band reggae mencoba untuk berkreasi dan terus meningkatkan kreatifitas, dengan harapan untuk lebih profesional. Langensuko, itulah nama band tersebut. Nama yang sangat berarti bagi para personilnya. Mereka mengambil nama jalan tempat mereka sering berkumpul sebagai nama band mereka. Band yang berdiri pada tahun 2002 ini memilih jalur reggae sebagai pilihan bermusik, dengan sentuhan unsur-unsur... 

d’blow

d’blow
Satu lagi band yang potensial dari Jakarta, D’blow. Band yang beberapa personilnya sering tampak berkeliaran di seputaran Taman Barito dan Bulungan ini memiliki nama yang teramat dahsyat, sedahsyat filosofinya. Menurut mereka, d’blow disini mempunyai makna ledakan dahsyat yang positif. Jadi bisa kita ambil kesimpulan kalau harapan mereka adalah menjadi sebuah ledakan yang positif untuk penikmat musik reggae. Band yang berdiri pada 6 Juni... 

Selasa, 26 Februari 2013

Laporan Acara “66th Birthday Of Bob Marley Celebration”

Laporan Acara “66th Birthday Of Bob Marley Celebration”
Acara yang seharusnya diselenggarakan tiap tanggal 6 Februari, sebagai hari dimana lahirnya sang legenda di dalam musik Reggae, terpaksa dimajukan satu hari lebih awal yaitu tanggal 5 Februari. “Hal ini karena kami mengemban visi komunitas Banjarmasin Reggae Community yaitu mengenalkan musik reggae”, kata Aboe sebagai bagian dari komunitas tersebut. Bertempat di UNLAM (Universitas Lambung Mangkurat) park, yang merupakan sebuah Taman Universitas...

Laporan Acara Salute The Gong

Laporan Acara Salute The Gong
Pada tanggal 20 Februari 2011, bertempat di MU Cafe, Jamaican Sound sebagai salah satu program musik yang bertema musik Jamaika (Ska, Rock Steady, dan Reggae), mengadakan suatu konser untuk memperingati hari kelahiran musisi legendaris, Bob Marley. Acara yang di organisir oleh Ras Muhamad (Duta Reggae Indonesia) dan Mustang FM itu berlangsung sangat meriah, damai dan tertib. Acara ini bukan merupakan acara untuk kesenangan semata, tetapi para pecinta...

Laporan Acara The Reggae Sound

Laporan Acara The Reggae Sound
The Reggae Sound itulah tema yang diusung oleh DDW Production sebagai tema dari acara C’mon eX pada periode ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di sini, bahwa C’mon Ex merupakan wadah berkumpulnya berbagai macam komunitas yang memiliki segmen yang sangat dekat dengan eX Plaza Indonesia. Event yang sudah di schedule untuk mulai pada pukul 16.00 mundur teratur hingga mulai pada pukul 17.00, hal ini disebabkan karena keterlambatan...

Irie Magz Issue#001: Legacy Bob Marley

Irie Magz Issue#001: Legacy Bob Marley
Beberapa tahun belakangan ini banyak bermunculan berbagai jenis media yang mengulas musik reggae. Situs, blog, tabloid, radio dan yang terkini adalah e-magz (majalah elektronik). Majalah elektronik reggae pertama di Indonesia yang baru saja diluncurkan adalah Irie Magazine (atau bisa disingkat dengan Irie Magz). Dalam edisi perdananya yang terbit bulan ini, Irie Magz mengeluarkan isu utama “Legacy Bob Marley” sebagai tajuk rencana. ... 

Kemesraan Amtenar Dan Semeton Diresmikan

Kemesraan Amtenar Dan Semeton Diresmikan
Banyak orang yang tidak menyangsikan kekuatan reggae sebagai musik komunitas. Memang, kekuatan musik ini ada di kedekatan emosional antara penikmat dan pelaku musik reggae. Seperti yang diperlihatkan oleh band reggae asal Lombok, Amtenar dengan para penikmat musik mereka, Semeton. Untuk mengukuhkan wadah Semeton, pada tanggal 20 November diadakan acara Peresmian Semeton Amtenar yang diadakan di Lapangan Mataram. Acara ini turut dimeriahkan oleh... 

Reggae Rembaq Bergerak Untuk Hari Bumi

Reggae Rembaq Bergerak Untuk Hari Bumi
Aksi Reggae Rembaq memperingati Hari Bumi 2012 Minggu 22 April 2012, komunitas Reggae Rembaq menggelar aksinya yang bertepatan dengan hari bumi sedunia. Komunitas ini bukan hanya bergoyang pada saat musik reggae berkumandang, tetapi kegiatan-kegiatan sosial untuk lingkungan hidup juga menjadi prioritas mereka. Dengan tema acara “pentingnya menyelamatkan bumi”, acara berlokasi di jalan Udayana bertepatan pula dengan car free day (hari bebas... 

Reggae Rembaq Bergerak Untuk Hari Bumi

Reggae Rembaq Bergerak Untuk Hari Bumi
Aksi Reggae Rembaq memperingati Hari Bumi 2012 Minggu 22 April 2012, komunitas Reggae Rembaq menggelar aksinya yang bertepatan dengan hari bumi sedunia. Komunitas ini bukan hanya bergoyang pada saat musik reggae berkumandang, tetapi kegiatan-kegiatan sosial untuk lingkungan hidup juga menjadi prioritas mereka. Dengan tema acara “pentingnya menyelamatkan bumi”, acara berlokasi di jalan Udayana bertepatan pula dengan car free day (hari bebas... 

Duta Reggae Indonesia Ras Muhamad Goncang Ethiopia

Duta Reggae Indonesia Ras Muhamad Goncang Ethiopia
Kolaborasi Ras Muhammad dan Ras Bole Musisi Reggae yang dikenal sebagai Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad membuat semua undangan di Wisma duta KBRI Addis Ababa mengikuti alunan dan gaya reggaenya. Pada “Inauguration of Indonesia Langugae Class and welcoming the Reggae Ambassador” pada 12 Mei 2012, Ras Muhamad berkolaborasi dengan musisi reggae setempat dengan menampilkan lagu-lagu yang bernuansa reggae yang mengundang para tamu untuk bergoyang... 



gw SKA SEMUA NYA


TONY Q RASTAFARA-REPULIKSULAP
BY:UJ














Reggae dan rasta

Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal,
reggae
dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. "Reggae adalah nama
genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah
sebuah pilihan jalan hidup, way of life," ujar Ras Muhamad (23),
pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York
dan penganut ajaran filosofi rasta. Repotnya, di balik ingar-bingar dan
kegembiraan
yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik
tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu
sendiri. "Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah
disebut rastafarian, diidentikkan dengan pengisap ganja dan bergaya
hidup
semaunya, tanpa tujuan," ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini.
Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup
bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas.
Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum alkohol, makan daging,
dan bahkan mengisap rokok. "Para anggota The Wailers (band asli Bob
Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi ajaran rastafari,"
papar Ras.

Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae
adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus
menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob
Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia—adalah seorang penganut
rasta.

Ras menambahkan, salah satu bukti bahwa komunitas reggae di Indonesia
sebagian besar belum memahami ajaran rastafari adalah tidak adanya
pemahaman terhadap hal-hal mendasar dari filosofi itu. "Misalnya waktu
saya tanya mereka tentang Marcus Garvey dan Haile Selassie, mereka
tidak tahu. Padahal itu adalah dua tokoh utama dalam ajaran rastafari,"
ungkap pemuda yang menggelung rambut panjangnya dalam sorban ini.

Pemusik
Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama
Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba
memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu
hakikat filosofi, yakni cinta damai. "Yang saya ikuti cuma cinta damai
itu," tutur Tony yang tidak mau menyentuh ganja itu. Namun, meski tidak
memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan
pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik
yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae
(dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik
mempelajari filosofi dan ajaran yang ada di baliknya.

Seperti diakui Hendry Moses Billy, gitaris grup Papa Rasta asal Yogya, yang
mengaku
musik reggae semakin menguatkan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan
penyalahgunaan wewenang. Setiap ditilang polisi, ia lebih memilih berdebat daripada "berdamai". "Masalahnya bukan pada uang, tetapi praktik seperti itu tidak adil," tandas Moses yang mengaku sering dibuntuti orang tak dikenal saat beli rokok tengah malam karena dikira mau beli ganja. Sementara Steven mengaku dirinya menjadi lebih bijak dalam memandang hidup sejak menggeluti musik reggae. Musik reggae, terutama yang dipopulerkan Bob Marley, menurut Steven, mengajarkan perdamaian, keadilan, dan antikekerasan. "Jadi kami memberontak terhadap ketidakadilan, tetapi tidak antikemapanan. Kalau reggae tumbuh, maka di Indonesia tidak akan ada perang. Indonesia akan tersenyum
dengan reggae," ujar Steven mantap. Sila dan Joni dari Bali menegaskan,
seorang rasta sejati tidak harus identik dengan penampilan ala Bob
Marley. "Rasta sejati itu ada di dalam hati," tandas Sila sambil
mengepalkan tangan kanan untuk menepuk dadanya.

Mari kita diskusikan artikel diatas tersebut....
SEJARAH MUSIK REGGAE

"Musik Jamaica Pendahulu"


Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru"
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin"
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

"Reggae N Rasta"

Bob
Marley tentunya adalah bintang musik "dunia ketiga" pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they Come" pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

"Apa sih Reggae"

Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah'
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang'
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

"Ngga asli Jamaika lho!"

Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

"It's Influences"


Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
beritawmc.com- JAKARTA; Pertunjukan musik dan peluncuran buku "Negeri Pelangi" karya penyanyi yang juga duta reggae Indonesia, Ras Muhamad, di Tee Box Cafe Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2013 malam berakhir ricuh.

Peristiwa itu berawal, Rastafari (sebutan penggemar musik Reggae) menjejali  cafe yang hanya 300 orang. Akibatnya, sebagian pengunjung tak dapat masuk ke area cafe.

Awalnya, acara peluncuran dan diskusi buku  yang dipandu pengamat musik Bens Leo berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan penampilan Ras Muhammad, dan sejumlah band pendukung seperti Republik 21, Day Afternoon, Boys n Roots, Conrad Vibration dan Ras Muhamad & The Easy Skankin Ban.

Mendengar hentakan musik dari dalam cafe, Rastafari  yang tidak dapat masuk dan menyaksikan idolanya beraksi  mulai gusar. Mereka mencoba merangsek masuk, elihat adanya potensi kerusuhan, aparat dari Polres Jakarta Selatan membubarkan paksa pengunjung dan menembakkan gas air mata. Pengunjung yang panik langsung membubarkan diri, akibatnya sejumlah pengunjung pingsan dan sejumlah fasilitas cafe rusak.


"Kapasitas cafe memang terbatas, jadi kita hentikan sementara. Nanti kita gelar acara serupa di tempat yang lebih besar," ujar Bens Leo, kepada wartawan.